JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sebagai salah satu lembaga penelitian yang menghasilkan inovasi untuk pembangunan pertanian Indonesia, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika menyelenggarakan kegiatan yang cukup menarik dan memiliki dampak yang cukup bagus " Informal Meeting Kebun Percobaan Cukurgondang" yang dilaksanakan di KP Cukurgondang, Pasuruan.
Yang hadir dalam acara ini Kepala Balitbu Tropika Elina Mansyah, Great Giant Food diwakili oleh Hardono Nugroho dan Margo Trilaksono, Giant Supermarket (Hero SPM Tbk) Wilayah Jawa Timur Susana Irawati dan Bambang Minarko, Anis Azhar dari Kontak Bisnis Hortikultura Indonesia (KBHI), Diperta Situbondo dihadiri olek Kasi Hortikulturan Sugeng Irianto, Kabid Hortikultura Ajut Sulaiman dan Yuni E Kabid TPHP sedang Diperta Sumenep diwakli oleh A Farid.

Penyelenggaraan ini dilaksanakan untuk menjembatani antara petani mangga, stake holder baik dari pemerintah maupun swasta, sehingga nantinya ada satu ikatan antara petani dan swasta yang bergerak dibidang pemasaran buah-buahan. Bahkan mungkin kemitraan yang saling menguntungkan. Dengan penyelenggaraan Informal meeting ini dinas dan pihak swasta yang diundang bisa bekerjasama lebih erat untuk mengembangkan buah-buhan di Indnesia" demikian disampikan Ka Balitbu Tropika Ellina Mansyah.

Ternyata di KP Cukurgondang punya varietas yang tidak kalah dari Thailand" kata Hardono dari GGP " GGP akan menggerakkan petani untuk meningktakan kesejahteraan petani untukmengembangkan buah-buhan eksotik tropis dari dalam negeri, seperti salak, alpukat, durian dll, namun ada kendala karena baergamanya varietas yang dihasilkan oleh petani, untuk itu perlu dukungan hasil penelitian dari Balitbu Tropika untuk mewujudkan hal tersebut, dan ini sudah kami mulai, beberapa waktu yang lalu sambungnya. Sedangan dari Giant Supermarket "Perlu lebih intesif untuk mengekspose varietas-varietas baru ke masyarakat, sehingga masyarakat akan mekin lebih mengenal varietas buah yang ada di Indonesia, dan kami siap membantu bila nantinya lokasi kami dipergunakan untuk memperkenalkan varietas-varietas baru yang dihasilkan" tandas Susana.

Anis Azhar dari KBHI mengemukakan "dengan beranggotakan petani, pengepul dan pedagang/pengusaha, ini akan menjembatani petani dan pedagang, dan ini akan terjalin informasi yang baik antara petani dengan pasar sebagai tujuan.

Dari Diperta Situbondo menyampaikan saat ini Garifta Merah yang ditanam petani dari 11.000 batang tersisa 1667 batang yang sedang berproduksi, tantangan yang dihadapi saat ini adalah pasar, namun beberapa waktu yang lalu sudah mulai ada yang mulai menjajaki untuk dieskport ke Inggris, juga dalam budidaya adalah ketersediaan air yang sangat terbatas karena area pertanaman merupakan daerah kering, untuk itu mereka berharap ada ihak swasta yang mau menjadi mitra petani, semacam inti dan plasma, Dimana ada investor yang bersedia membuka lahan dan menyediakan pengairan yang nantinya bisa dilairkan ke petani dengan syarat-syarat yang saling mengntungkan. Dalam hal ini Great Giant Food tertarik untuk mempelajari lebih jauh dan akan mencoba berkunjung ke Kab. Situbondo.

Foto : Masirul dan RJ Ali

Naskah : Khoirul

 

Pin It