JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Spektahorti 2018 yang bertema "Benih Hortikultura untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan" dibuka secara resmi oleh Mentan RI Amran Sulaiman pada  September 2018 di Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang, Jawa Barat.

Kegiatan gelar teknologi ini merupakan agenda Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang diselenggarakan mulai tahun 2012. Event tahun ini aspek inovasi Balitbangtan dikemas dalam beberapa tematik yang menampilkan inovasi teknologi hortikultura dari hulu sampai ke hilir dengan produk inovasinya. Tema yang disusun  pada gelaran ini adalah 1) Precision  farming system; 2) Integrated Farming System; 3) Protected Farming System; 4), Kawasan Rumah Pangan Lestari (Urban and  Pre Urban Farming); 5) Organic Farming; 6) Sumber Daya Genetik; 7) Pertanian Modern (termasuk praktek pengolahan lahan dg autonomous tractor); dan Perbenihan. Gelaran inovasi teknologi dan produk hortikultura ditampilkan pada Agro Inovasi Fair (AIF). Kegiatan tematik tersebut didukung juga oleh Horti Ekspo dan bazzar, Horti Smart (Bimtek), Horti Award, Youth Hortipreunership, Horti Winer, Horti Cooking Demo dan Horti Bizz.Kegiatan  ini merupakan kolaborasi Balitbangtan Kementan bersama mitra yang bergerak untuk mendukung kemajuan hortikultura Indonesia.Pada kesempatan tersebut, Mentan juga melepas ekpor sejumlah komoditas antara lain tanaman hias, tomat dan juga kacang buncis hasil petani setempat. Sebanyak 306.000 set tanaman hias dracane ini dilepas ke pasar Asia dan Timur Tengah. Sementara tomat dan buncis dikirim ke Singapura.

Pendistribusian benih hortikultura yang diproduksi Balitbangtan Kementan untuk masyarakat  ditandai dengan pelepasan barisan armada truk yang betisi benih oleh Mentan Amran. Benih yang dibagikan yaitu benih sayuran dan buah-buahan. Benih buah tropika produksi Balitbu yang didistribusikan pada kesempatan tersebut yaitu durian, salak, petai, jengkol dan manggis.

Di ajang Spektahorti 2018 ini juga dilakukan penandatanganan  MoU untuk meningkatkan kinerja bersama antara Balitbu Tropika dengan beberapa stakeholder yaitu; GGF (Great Giant Food), PT.  SAL (Sari Aditya Loka), Diperta Kab. Palalawan, Diperta Kab.  Rokan Hulu, Universitas Malikusslaleh Banda Aceh, ITERA (Institut Teknologi Sumatera) dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

Hasil inovasi Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika yaitu Semangka Serif Saga Agrihorti (SSA) mendapatkan apresiasi positif dari Mentan RI. "Semangkanya manis dan segar", demikian disampaikan oleh Amran Sulaiman saat mencicip Semangka SSS sambil membagikannya ke beberapa wartawan dan pengunjung. Semangka SSA mempunyai potensi hasil tinggi, rasa manis, warna daging merah dan benihnya dapat diproduksi oleh petani dengan teknologi yang benar. Sementara produk invensi teknologi Balitbu Tropika yang ditampilkan pada Horti Ekspo dan bazzar antara lain pepaya Merah Delima, Semangka SSA, mikoriza, alpokat Mega dan Tongar, berbagai varietas mangga dan produk olahannya serta informasi teknologi buah tropika. Pengunjung sangat antusias dalam menggali informasi dan ingin mendapatkan buah yang disajikan.

Melalui kegiatan yang berkelanjutan ini diharapkan berbagai agro-inovasi dan teknologi hortikultura yang dihasilkan Balitbangtan akan dapat ditingkatkan aplikasinya oleh pengguna untuk pemecahan permasalahan teknologi hortikultura ke depan. 

 

Foto dan naskah : Tim Web

Pin It