JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pertemuan percepatan pengembangan Taman Teknologi Pertanian, bertempat di kantor Pemkab Gresik (11/09/18), dihadiri oleh Ka Balitbangtan, Kepala BPTP Jatim, Ka Puslitbanghortikura diwakili oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika,  Bupati Gresik dan jajarannya,  Pimpinan PT Polowijo Gosari dan jajaran.

Ka Balitbangtan menyampaikan optimis Taman Teknologi Pertanian (TTP) Gresik ke depan akan menjadi percontohan karena Bupati nya memiliki kepedulian dan scientific yang tinggi. Sampai saat ini belum ada TTP di sektor pertanian  yang berhasil dikerjasamakan dengan pemda dan swasta. TTP Gresik komoditas utama adalah hortikultura.

Balitbangtan tidak boleh lagi berinvestasi tetapi boleh membuat kegiatan dan siap melakukan pendampingan. Ini merupakan pertemuan segitiga yang pertama. PT Polowijo akan mengoperasionalkan dan menjamin kepastian pengolahan. Kolaborasi ini dapat dijadikan model bagi TTP yang lain dengan menggaet swasta yang bonafide. Model inti dan plasma tidak hanya mengandalkan tadah hujan tapi akan di support dg penampung air. Luas kebun plasma adalah 2000 ha dengan pola Jagung-sapi-mangga. Mangga yang ada sekarang dengan varietas yang tidak jelas akan di top working.

Perlu disusun aturan dan regulasi yang jelas. Swasta berada dimana dan skema pembiayaan dibicarakan.  Dana tidak masalah akan di fasilitasi oleh PT Polowijo karena dana APBN/APBD belum ada melalui bank Jatim. Pelaksanaan dikawal oleh pemerintah pusat dan daerah serta universitas melalui kerjasama 4 pilar. Perlu dilakukan penyuluhan dan menghitung analisis usaha taninya terlebih dahulu.  Pola intercroping harus menguntungkan dan penerimaan petani. Buat demplot dengan kontrol teknologi petani.

Pihak swasta yang diwakili oleh PT Polowijo Gosari menyampaikan tidak akan tergantung kepada rezim/program dan hubungan dengan plasma adalah seperti Bapak angkat dan anak angkat dan dibuat program.selama 5 tahun. Tenaga petani akan digaji  dan dilengkapi juga dengan alsintan. Kelembagaan petani harus jelas. Kesimpulan :

  1. Buat analisis usaha tani intercroping untuk menyakinkan petani. Jenis tanaman intercroping dipetakan terlebih dahulu. Dilaksanakan oleh pemda dan BPTP dan diterima awal september oleh PT Polowijo.
  2. Selanjutnya langkah utama adalah revitalisasi plasma dengan top working dan intercroping.
  3. Swasta berada di depan dan sumber dana tidak tergantung APBD
  4. Pemda dan Balitbangtan bersifat penunjang
  5. TTP lemah dalam hal SDM dan perlu dikawal dan didampingi oleh pusat dan daerah.
  6. Balitbu Tropika akan berkontribusi dalam supply benih mangga dan pendampingan teknologi.

 

Naskah dan Foto: Ellina Mansyah

Editor : Tim Web

 

 

Pin It