JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kelanjutan dari kerja sama dengan Asian Food & Agriculture Corporation Initiative (AFACI) yang sudah dilakukan sejak tahun 2013 yang diawali dengan komoditas mangga dan sejak tahun 2015 dilanjutkan dengan komoditas salak. Pada tanggal 12 Maret 2018 expert AFACI berkunjung ke Yogyakarta. Kegiatan dimulai dengan pertemuan di BPTP Yogyakarta, diikuti oleh expert dari AFACI Korea yang terdiri dari  Dr. Hyun-Ju Kim, Dr. Won-Ill Kim and Ms. Hyeon Heui Ham,  Microbial Safety Team, National Institute of Agricultural Sciences Korea, Kabid KSPHP Puslitbang Hortikultura Dr Idha W Arsanti, Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Dr. Ellina Mansyah didampingi Dr. Muryati. Peneliti BPTP Jogyakarta, Dinas Pertanian DIY, dan petani salak Yogyakarta.

Pertemuan dimulai dengan   penyampaian program AFACI oleh Dr. Won _ Ill  Kim dan Progress program AFACI di Indonesia khususnya untuk pelaksanaan Good Agriculture Practices (GAP) dan non GAP komoditas salak di Indonesia oleh Dr. Muryati. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun salak di Turi, Sleman, Yogyakarta dan Taman Teknologi (TTP) Nglanggeran Yogyakarta.  

Hasil pengamatan lapang menunjukkan bahwa kebun salak yang menerapkan  GAP menghasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik daripada yang non GAP. Harapan petani semoga salak yang dihasilkan dapat diekspor ke negara-negara yang tergabung dalam AFACI. Dinas Pertanian menyampaikan bahwa sekitar 350 kebun salak di DIY telah menerapkan GAP dan diregistrasi sebagai kebun yang memenuhi syarat untuk keamanan produk dan memenuhi standart ekspor.

Suasana diskusi dan foto bersama di BPTP Yogyakarta

 

 Kunjungan ke kebun salak yang menerapkan GAP dan non GAP di Turi, Sleman, Yogyakarta

 

Foto dan naskah : Ellina Mansyah

Editor : Tim Web

 

 

Pin It