JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Salah satu fokus program kementrian Pertanian pada tahun ini adalah untuk mendukung pengembangan komoditas pertanian di wilayah perbatasan. Dalam rangka pemantapan pelaksanaan rencana kerja puslitbanghorti untuk mendukung pengembangan komoditas hortikultura di Kepulauan Riau diadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh Kabid PE Puslitbanghorti dan Staf, Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Kepala Balai Penelitian Sayuran, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Kepala BPTP Kepulauan Riau dan Staf Peneliti BB-Pasca Panen. Pertemuan dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke lokasi target terkait komoditas masing-masing.

Kunjungan lapang untuk komoditas tanaman buah dilaksanakan ke lahan milik Dinas Pertanian Kehutanan dan Peternakan Provinsi Kepulauan Riau yang berlokasi di Jalan Raya Tembeling, Kelurahan Toapaya Asri, Kabupaten Bintan pada ketinggian 17 meter dpl. Institusi ini memiliki lahan seluas 50 ha dengan jenis tanah oksisol termasuk bangunan kantor dan kebun benih Induk tanaman hortikultura dan perkebunan serta embung. Pada Unit BBI Pertanian dan Kehutanan telah ditanam benih induk tanaman buah asal Balitbu Tropika yang  terdiri dari durian, alpukat, manggis, dan sirsak sudah ditanam 2016. Tanaman buah unur 2 tahun ini pertumbuhan vegetatifnya sangat baik dan sehat bebas dari gangguan hama dan penyakit yang menunjukkan bahwa daerah ini potensial untuk pengembangan tanaman buah.

Program pengembangan tanaman buah di wilayah perbatasan Kepulauan Riau sangat prospektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat serta untuk ekspor ke Malaysia dan Singapura yang sangat besar. Banyak penduduk Singapura setiap hari datang berbelanja sayuran dan buah-buahan ditoko buah di daerah Batam untuk dijual atau dikonsumsi sendiri.  Lokasi milik Dinas Pertanian Kehutanan dan Peternakan Provinsi Kepulauan Riau ini sangat tepat dipilih sebagai lokasi rintisan pengembangan tanaman buah di daerah perbatasan karena:

  1. Tersedia lahan yang cukup luas yang dapat digunakan sebagai demfarm tanaman buah
  2. Sudah ada sarana dan prasarana pendukung seperti tandon air dan embung
  3. Kemungkinan keberhasilan cukup besar karena lokasi sesuai untuk tanaman buah dan intansi terkait antusias mendukung program ini.
  4. Tidak mulai dari nol tinggal melanjutkan kebun buah yang sudah dibangun dengan memasukkan inovasi teknologi budidaya tanaman buah seperti drip irigasi dan jarak tanam rapat.

Input utama yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program ini adalah  tenaga kerja yang intensif untuk membuka lahan baru yang masih semak,  pemeliharaan tanaman serta pengadaan sarana drip irigasi. Jenis tanahnya yang tergolong oksisol dan masam membutuhkan asupan hara yang baik berupa pupuk organik (N,P,K) dan organik yang memadai  serta pengapuran untuk memperbaiki kesuburan tanah agar tanaman dapat berproduksi dengan baik. Kegiatan ini juga sekaligus mendukung program padat karya dan dalam jangka waktu 2 sampai 3 tahun mendatang dapat berkembang dan berkontribusi dalam perbaikan gizi dan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan. Program ini merupakan padu padan antara kegiatan Puslitbanghortikultura dengan BPTP Kepri serta pemerintah daerah. Puslitbanghortikultura berkontribusi dalam penyediaan benih, persiapan lahan, saprodi, sarana drip irigasi, pemeliharaan tanaman dan pendampingan teknologi. BPTP Kepri berkontribusi dalam mengkoordinasikan kegiatan dengan pemerintah daerah setempat serta pengawalan dan pendampingan teknologi. Pemerintah daerah menyiapkan lahan, tenaga kerja serta pemeliharaan tanaman.

Kegiatan yang dapat dilaksanakan pada tahun 2018 adalah :

  1. Pembuatan demfarm mangga. Pada lokasi ini akan dibangun demplot mangga Agrigardina dan mangga merah seluas lebih kurang 2 ha yang dilengkapi budidaya dengan inovasi teknologi drip irigasi
  2. Pengembangan kebun induk varietas unggul tanaman buah. Dilakukan dengan memberikan bantuan Benih Sumber varietas unggul tanaman buah yang terdiri dari durian, mangga, dan manggis

Jadwal pelaksanaan

No Kegiatan Waktu Pelaksanaan (2018)
1. Koordinasi awal dan survey lokasi Januari
2. Pemantapan rencana pelaksanaan Februari
3. Persiapan benih, pupuk organik dan anorganik,  dan sarana drip irigasi Februari - Maret
4. Persiapan lahan Februari - Maret
5 Penanaman April
6 Pemasangan Drip Irigasi Mei
7 Pemeliharaan Tanaman April sampai Desember

 

 

 

 

 

 

 

 

Diskusi dan kunjungan lapang

 

Kondisi lahan pengembangan

 

Kondisi pertumbuhan pohon induk mangga dan alpukat yang tumbuh bagus didukung oleh pengairan yang cukup (tandon)

 

Lahan pohon induk durian dengan penutup tanah dan sayur

Foto dan artikel : Ellina Mansyah

Pin It