JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura menyelenggarakan Rapat Kerja Th 2017 pada tanggal 5-7 September 2017 di The Margo Hotel Jakarta. Kegiatan ini bertema Penguatan dan Penderasan Inovasi Perbenihan mendukung Kebangkitan Hortikultura Nusantara. Raker Puslit Hortikultura dibuka oleh Kepala Balitbangtan Dr.M.Syakir dan dihadiri oleh institusi di lingkup Kementerian Pertanian, wakil dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kemenko Perekonomian, Kementrian Perindustrian, Perum Bulog, Diperta Batang, Diperta Tomohon, UGM, IPB, ITB, praktisi antara lain PT Polowijo Gosari, Produse Garcie Tea, PT Papandayan, PT.TAM.

Ka.Balitbangtan Dr.M.Syakir membuka rapat kerja Puslitbang Hortikultura

Dalam sambutannya Dr. M Syakir menyampaikan bahwa Balitbangtan siap mendukung pencanangan  2018 sebagai tahun benih hortikultura, rempah dan kebun untuk mewujudkan kebangkitan dan kejayaan hortikultura dan rempah Indonesia. Balitbangtan akan bekerjasama dengan semua pihak diawali dengan rintisan kerjasama dan penandatanganan Mou kerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan dan pengusaha hortikultura. Sinergi semua komponen pelaku usaha sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Puslitbang Hortikultura mulai tahun 2017 akan memproduksi benih hortikultura untuk komoditas bawang putih, kentang, mangga, jeruk, durian, salak, pisang, manggis, pepaya, apel, jengkol, petai dan sukun. Dr.M. Syakir menghimbau agar benih yang dihasilkan akan dapat menaikkan daya saing hortikultura sehingga dapat menutupi subtitusi impor. Stop impor buah akan meningkatkan semangat petani dan memacu kinerja peneliti.

Suasana Talkshow Indonesia Horticulture Club

Pada pertemuan Indonesia Horticultural Club (IHC) II dilakukan pencanangan kebangkitan Holtikultura nusantara dengan tema “Bersama, Kita Siap Mewujudkan Kebangkitan Holtikultura Nusantara. Dalam diskusi dipaparkan setiap permasalahn strategis hortikultura oleh stakeholder, pengusaha dan praktisi holtikultura. Berbagai permasalahan yang muncul dari pertemuan IHC,  akan menjadi bahan pemikiran dalam mengatur strategi pengembangan holtikultura menuju tahun perbenihan hortikultura 2018. Salah satu pengusaha muda Rio Erlangga menyampaikan optimisme bahwa produksi buah Indonesia dengan mudah dapat bersaing dengan pruduk luar negeri apabila digarap oleh generasi muda yang kaya dengan semangat dan inovasi. Pada kesempatan tersebut dilakukan pembacaan ikrar dan pengalungan selendang putih sebagai lambang semangat kebangkitan holrtikultura nusantara oleh seluruh peserta IHC.

Produsen Garci Tea binaan Balitbu Tropika di Sijunjung diberi kesempatan untuk memaparkan produk yang berbahan baku asam gelugur pada acara talkshow IHC. Asam gelugur didaerahnya dulu sebelum ada binaan dari Balitbu, tidak dimanfaatkan dan tumbuh liar. Saat ini dengan adanya produksi Garci Tea, asam gelugur diburu dan bahkan saat ini di Sijunjung kekurangan pasokan bahan baku buah dan daun asam, demikian diugkapkan oleh  Sas Yunita Ketua Komunitas Lokal Bioversity Nagari Latang. Oleh karena itu saat ini asam gelugur mulai dibudidayakan di Sijunjung.

Ketua komisi local nagari Latang mempromosikan Garci Tea saat acara IHC

Balitbu Tropika juga berpartisipasi pada segmen mini display produk-produk hortikultura. Aneka ragam buah tropika disajikan untuk mengenalkan inovasi varietas dan teknologi  Balitbu Tropika. Buah yang disajikan yaitu mangga Arumanis 143, buah naga, alpokat Mega Murapi, pisang Kepok Tanjung, pepaya Merah Delima, berbagai olahan pisang dan Garci Tea. Pada kesempatan ini KP.Subang memperkenalkan plasmanutfah buah langka antara  lain buah kenitu, mundu, sawo manila dan jambu kancing.

Aneka buah tropika hadir di segmen display mini produk hortikultura

Sumber: Tri Budiyanti & Nofiarli
08 September 2017


Pin It