JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Dalam rangka meningkatkan kerjasama dan padu padan pelaksanaan tupoksi antara Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika dengan BPTP Riau, Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah, MP. didampingi Ketua Kelti Ekofisiologi Tumbuhan Dr. Martias dan staf peneliti kelti ekofisiologi Titin Purnama, SP. MSi. melaksanakan  koordinasi dengan BPTP Riau. Koordinasi yang berlangsung pada tanggal 27 Januari 2O18 lalu bertempat di BPTP Riau di Pekanbaru. Rombongan dari Balitbu disambut oleh Kasi KSPP BPTP Riau Fahroji, STp. MSc., Penanggungjawab Taman Teknologi Pertanian (TTP) Siak Dr. Parlindungan,  Ir. Dahono, MSi. dan Nasrijon.  

Pertemuan tersebut membahas dukungan Balitbu Tropika pada program TTP Siak untuk komoditas tanaman buah serta padu padan pelaksanaan kegiatan penelitian tahun 2018. Pertemuan dilanjutkan dengan kunjungan dan pengawalan teknologi tanaman buah di TTP Siak di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak. TTP Siak berada di lahan rawa dengan basis utama tanaman padi. Untuk meningkatkan penghasilan masyarakat ketika tidak panen padi perlu didukung dengan tanaman hortikultura termasuk buah-buahan. Pada tahun 2017 Balitbu Tropika telah memberikan dukungan berupa penanaman beberapa tanaman buah seperti belimbing, durian, alpukat dan pisang. Berdasarkan hasil evaluasi pertumbuhan vegetatif awal jenis tanaman buah tersebut dapat tumbuh dengan baik dan sudah mulai berproduksi di lahan rawa tersebut. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman buah di lahan rawa pasang surut masih dibutuhkan teknologi spesifik lokasi.

Kepala Balitbu Tropika Ellina Mansyah dan rombongan bersama Kasi KSPP BPTP Riau Fahroji,

Penanggungjawab Taman Teknologi Pertanian (TTP) Siak Parlindungan,  Dahono dan Nasrijon

 

Kunjungan  Tim Balitbu Tropika di TTP Siak

Salah satu komoditas buah yang dibutuhkan dalam jumlah cukup besar di Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru adalah papaya. Melihat peluang tersebut, beberapa tahun terakhir masyarakat mulai membudidayakan secara intensif  komoditas ini khususnya papaya Merah Delima yang dihasilkan Balitbang Pertanian, namun pasokannya masih sangat kurang. Di Propinsi Riau,  lahan sub optimal yaitu rawa lebak dan rawa pasang surut merupakan lahan yang berpeluang dijadikan untuk pengembangan buah-buahan. Untuk maksud tersebut pada tahun ini akan dilakukan penelitian  perbaikan teknologi tanaman buah di lahan rawa lebak khususnya untuk tanaman pepaya. 

Pada kesempatan tersebut Kepala Balitbu Tropika dan rombongan juga melakukan kunjungan dan  koordinasi untuk kegiatan pengembangan pepaya Merah Delima di daerah Pasir Putih Pekanbaru. Kegiatan ini  merupakan kerjasama antara Universitas Riau, BPTP Riau dan Balitbu Tropika. Pada daerah ini telah dikembangkan lebih dari 10 ha pepaya Merah Delima dan terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar enam juta rupiah/ha/minggu.  Kegiatan padu padan antara Balitbu Tropika dengan BPTP Riau dalam pengembangan tanaman buah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan gizi masyarakat.

Kebun induk pepaya Merah Delima di Pasir Putih (kiri) dan hamparan pepaya Merah Delima seluas 4 H di desa Pasir Putih Pekanbaru (kanan)

Narasumber: Ellina Mansyah
Editor: Tim Website  

Pin It