JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pembangunan pertanian Kabupaten Bintan fokus pada tanaman hortikultura terutama sayur dan buah sesuai potensi yang dimiliki. Salak menjadi salah satu pilihan komiditas yang dikembangkan dan diharapkan menjadi unggulan daerah. Lancang Kuning di Bintan Utara merupakan sentra salak di Bintan sejak  25-30 tahun yang lalu,tetapi perkembangannya agak lambat karena kualitas buahnya masih belum baik.

Hal tersebut melatarbelakangi Pemda Bintan memilih daerah tersebut  sebagai lokasi kawasan pengembangan salak Sari Intan. Pada tanggal 11 Oktober 2017 dilakukan pencanangan Salak Sari Intan menjadi ikon wisata agro ditandai dengan penanaman Salak Sari Intan oleh Bupati Kabupaten Bintan H.Apri Sujadi S.Sos.  Diharapkan Lancang kuning akan menjadi  ikon salak Bintan dan dapat menjadi contoh daerah lain. Selain itu Salak Sari Intan juga dapat menjadi daya tarik wisata dan menginisiasi menjadi desa agrowisata.

Pengembangan  komoditas salak akan menjadi salah satu program ketahanan pangan dan akan didukung pendanaan APBD dan dana desa, demikian kata Apri Sujadi. Peluang pasar salak di Bintan sangat luas,karena produksi saat ini belum dapat memenuhi pasar Lagoi dan Batam. Salak Sari Intan sebagai hasil  inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi komoditas unggul daerah.

Pada acara tersebut hadir Kapuslitbang Hortikultura yang diwakili oleh Dr.Yudi Sastra, Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah dan Kepala BPTP Riau (Kepri) Dr. Mizu Istianto serta beberpa peneliti dari Balitbu Tropika dan BPTP Riau (Kepri).

Bintan bisa menjadi penyangga ekspor buah-buahan ke Singapura dan Malaysia. Selain itu akan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) akan melanjutkan pendampingam budidaya salak dan mensuport sektor perbenihan salak sari intan" kata Ellina Mansyah.

Foto dan naskah : Tri Budianti

Editor : Tim web