JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Desa Jungkare merupakan salah satu desa di Kec. Karanganom, Kab. Klaten, Jawa Tengah. Sebagai salah satu desa di kawasan penyangga produksi padi yang sudah terkenal sejak beberapa dekade, pertanian padi di desa ini sangat mapan. Lahan sawah yang luasnya lebih kurang 100 ha tampak sangat intensif dibudidayakan karena didukung sumber air yang banyak tersedia dari umbul disekitarnya. Namun ada cita-cita lain yang diinginkan dari seorang Ananti Windu Nugroho, Ibu Kepala Desa Jungkare, yaitu ingin memanfaatkan tanaman pisang yang banyak tumbuh di lahan pekarangan penduduk desa ini. Bagaimana pisang yang murah dapat ditingkatkan harganya menjadi produk yang lebih bernilai, lebih dari itu dapat menjadi produk yang ikonik dari desa Jungkare.

(Kiri): Pembukaan acara oleh Ibu Kepala Desa Jungkare. (Kanan): Ir. Ucu Rusdiyanto menjelaskan  cara pengupasan pisang yang benar

Bagai gayung bersambut, keinginan tersebut sesuai dengan Balitbu Tropika yang sedang mempromosikan salah satu varietas pisang unggul Kepok Tanjung. Maka disepakatilah mengadakan pelatihan pengolahan pisang menjadi produk aneka makanan. Pelatihan yang diselenggarakan pada tanggal 28-29 September tersebut bertempat di GOR desa Jungkare diikuti 16 peserta wakil dari  masing-masing RT di Jungkare. Sebagai narasumber adalah Ir. Ucu Rusdiyanto, peneliti pasca panen buah didampingi Kepala Seksi Jasa penelitian Balitbu Tropika Dr. Panca Jarot Santoso. Selama dua hari seluruh peserta mengikuti acara pelatihan dengan antusias, tidak cukup hanya demo, bahkan seluruh peserta bersama-sama praktek mengolah pisang dengan berbagi tugas masing-masing. Tidak kurang dari dua belas resep masakan berbahan pokok pisang telah berhasil dipraktekkan bersama, diantaranya: tepung pisang, cake pisang, bolu pisang, pistart, nasi goreng pisang, mi goreng pisang, bihun goreng pisang, kripik pisang rasa coklat, balado, original, serundeng, dan tape pisang.

Peserta pelatihan berbagai tugas

Beberapa hasil olahan makanan berbahan dasar pisang

Gembira setelah berhasil mengolah aneka makanan dari pisang

Narasumber & Foto: Panca Jarot Santoso
Editor: Tim Website