Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Banner4
banner1
inovation2
inovatio1
banner2
banner baru

Memperbaiki Kualitas Buah Durian

Balitbu Tropika 2017. Durian merupakan buah yang memiliki daya tarik kuat dan menjadi idaman karena cita rasanya yang istimewa. Tetapi seringkali konsumen kecewa karena kualitas daging buah  tidak seperti yang diharapkan. Daging buah yang hambar dan mengkal biasanya ditemukan pada durian yang berukuran buah besar seperti Monthong. Redahnya kualitas daging buah ini disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain defisiensi unsur hara, kekurangan air dan hama penyakit. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas buah durian perlu dilakukan teknik budidaya durian secara tepat antara lain sebagai berikut :

1. Pemupukan tepat dan berimbang
Pemupukan durian masa produksi dapat dibagi dua, yaitu: 1) pemupukan utama, menggunakan pupuk makro, kompos, dan kapur pertanian, 2) pemupukan tambahan untuk keperluan tertentu. Pemupukan utama dapat dilakukan 3x dalam setahun, yang pertama setelah masa panen puncak, kedua sebelum masa berbunga, dan ketiga saat pembesaran buah. Masa panen puncak digunakan sebagai patokan saat pemupukan karena musim buah durian berbeda-beda di setiap lokasi zona agroekosistem. Kadang juga terjadi pergeseran musim berbuah karena pengaruh pergeseran iklim.

Aplikasi pupuk utama, terdiri atas:

  • Pemupukan I. Dilaksanakan setelah semua buah dipanen. Sebelum aplikasi pupuk, dilakukan pemangkasan tunas-tunas air dan cabang serta ranting yang sakit dan yang terlalu rimbun. Selanjutnya dilakukan pemberian 2-2,5 kg/m2 kompos atau pupuk kandang, 50-100 gram/m2 kapur pertanian (dolomit) dan 15-25 gram/m2 NPK.
  • Pemupukan II. Dilaksanakan sekitar 4 bulan setelah pupuk pertama, atau pada akhir musim hujan dan diperkirakan 1-2 kemudian musim berbunga. Pemupukan pada saat ini berfungsi menyiapkan nutrisi untuk pembentukan bunga. Pupuk yang diberikan mengandung unsur P tinggi, K sedang dan N sangat rendah, yaitu 15-20 gram/m2 SP-36 dan 7-10 gram/m2 NPK.
  • Pemupukan III. Dilaksanakan sekitar 4 bulan setelah pupuk kedua, atau pada pertengahan masa pembesaran buah sekitar 60-75 hari setelah bunga mekar. Pemupukan pada saat ini berfungsi menyiapkan nutrisi untuk pengisian buah. Pupuk yang diberikan mengandung unsur P sedang, K tinggi dan N sangat rendah atau nol, yaitu 3-6 gram/m2 SP-36 dan 7-10 gram/m2 KCl.

Dosis pupuk utama diberikan bergantung kondisi tanaman. Tanaman dalam kondisi baik dan subur digunakan dosis batas bawah, sebaliknya tanaman dalam kondisi kurang baik digunakan dosis batas atas. NPK yang digunakan berupa kombinasi 16:16:16 atau 15:15:15 dan diusahakan mengandung unsur Sulfur (S), bila tidak ada, dapat diganti dengan bubuk belerang sebanyak 5% dari dosis NPK pada Pemupukan I. Aplikasi pupuk kandang/kompos dilakukan dengan cara tabur merata dibawah tajuk tanaman dan aplikasi NPK bisa ditabur atau di benam dalam beberapa lubang dangkal yang dibuat dengan tugal atau cangkul. Sebaiknya dihindari memupuk dengan menggali parit sekeliling tajuk, karena dapat merusakkan akar dan menjadi pintu masuk penyakit tular tanah.

Aplikasi pupuk tambahan, terdiri atas:

  • Pupuk daun tipe D, untuk pertumbuhan vegetatif. Diaplikasikan dengan cara semprot pada daun setelah tanaman mengalami pertunasan. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kesehatan daun, sehingga reaksi fotosintesis dapat berjalan optimal.
  • Pupuk daun tipe B, untuk pertumbuhan generatif (bunga dan buah). Diaplikasikan dengan cara semprot pada bunga dan daun pada saat mulai muncul bunga sebesar mata kepiting (stadia I) dan diulang setiap 10 hari atau 14 hari sampai buah masak fisiologis (2 minggu sebelum panen). Pupuk yang digunakan dipastikan mengandung Boron (Bo).
  • Kalium Nitrate (KNO3) dan Kalsium Nitrate (CaNO3), untuk peningkatan kualitas rasa, tekstur, dan warna daging buah. Masing-masing sebanyak 50 gram dilarutkan dalam 20 liter air, diaplikasikan dengan cara disemprot pada daun atau disiramkan di area perakaran pada satu bulan sebelum panen (75-90 hari setelah bunga mekar).

2. Pengaturan jumlah bunga dan bakal buah
Pengaturan jumlah bunga dan bakal buah bertujuan untuk mendapatkan jumlah buah yang optimal dan sebanding dengan kemampuan tanaman menopang beban buah. Tahap awal sebelum pengaturan bunga dan bakal buah, ditetapkan target jumlah buah per pohon. Misalnya ditargetkan 15 ton/ha, jumlah tanaman 100 batang, maka setiap pohon ditargetkan hasil akhirnya 150 kg/pohon. Bila satu buah beratnya 2 kilo maka jumlah buah akhir adalah 75 buah per pohon, bila berat per buah 5 kg (misalnya Monthong) maka ditargetkan jumlah buah 30 buah/pohon. Target 15 ton ini untuk tanaman yang sudah dewasa berumur diatas 10 tahun dengan penutupan tajuk sudah >80% terhadap luas lahan. Bila tanaman lebih muda maka target dibuat lebih rendah.

Selanjutnya pengelolaan bunga dan bakal buah dilakukan berdasar fase perkembangan tanaman sebagai berikut:

  • Stadia bunga II (elongasi; bunga sebesar batang korek api) mulai dilakukan pengurangan bunga (thining), terutama bunga-bunga di ujung cabang dan yang tumbuh di cabang kecil (diameter <3 cm). Pada dua lokasi ini diusahakan tidak ada bunga, karena kalau menjadi buah kualitasnya rendah.
  • Stadia bunga III (bunga mekar sampai kelopak bunga lepas), dilakukan pengurangan jumlah bunga pada cabang produksi. Pengurangan dilakukan terhadap dompolan yang terlalu rapat dan kuntum bunga yang beda umur terlalu jauh. Maka dipilih bunga yang seumuran atau selisih mekar 1-2 hari. Masing-masing dompol disisakan maksimal 8 kuntum. Setelah pengurangan bunga dilakukan penyemprotan akarisida untuk menghindari serangan kutu yang menyebabkan buah abnormal.
  • Stadia buah I (seukuran kelereng sampai sebesar telur) dilakukan pengurangan terhadap buah yang tidak normal atau terserang hama/penyakit. Setiap dompol disisakan maksimal 4 buah. Selanjutnya dilakukan aplikasi karbofuran sebanyak 20 gram/pohon ditabur di sekitar batang atau dilakukan pembungkusan buah untuk mencegah penggerek buah menyerang secara dini.
  • Stadia buah II (seukuran bola tenis sampai takraw), dilakukan penjarangan lagi dengan menyisakan 1-2 buah per dompol. Pada stadia ini jumlah buah sudah mendekati jumlah yang ditargetkan di awal.

Disamping aplikasi pemupukan dan pengaturan jumlah bunga dan bakal buah, perlu juga diterapkan teknologi pendukung agar produksi dapat berkesinambungan, yaitu:

1. Menyediakan sarana irigasi yang memadai
Tanaman durian hampir memerlukan air sepanjang tahun, dengan rata-rata 3-5 liter/m2/hari. kecuali pada 2 waktu yaitu: satu bulan menjelang muncul bunga (stressing) dan saat pemasakan buah (2-4 minggu menjelang panen). Bila terjadi kekurangan air selain pada kedua waktu tersebut akan berakibat pada menurunnya kualitas buah. Oleh karena itu, keberadaan sarana irigasi sangat penting di kebun durian. Pengairan dapat berupa aliran, spray jet, springkle, atau tetes. Sumber air dapat berupa sumur, sungai, atau air hujan yang ditampung dalam embung.

2. Drainase lahan
Perlu dibuat parit yang cukup dan setiap titik tanam dibuat guludan atau kenongan yang besar dan cukup tinggi sedemikian hingga air hujan tidak menggenangi tanaman. Kondisi tanah yang terlalu basah saat pemasakan buah berakibat buah becek/lembek.

3. Pemangkasan dini untuk mengatur arsitektur tanaman
Arsitektur tanaman sudah dibentuk sejak tanaman dalam bentuk benih dan diikuti secara berkala setelah ditanam sampai tanaman berumur produktif. Sehingga tajuk terdistribusi secara merata dan penerimaan intensitas matahari lebih optimal serta percabangan tanaman teratur dan mampu menopang buah secara baik.

Gambar 1. Dolomit dan pupuk kandang diaplikasikan secara tabur dibawah tajuk

Gambar 2. Irigasi merupakan salah satu sarana pendukung yang harus tersedia di kebun durian

Gambar 3. Aplikasi teknologi yang memadai menghasilkan buah berkualitas tinggi

Naskah dan Foto: Tim Web
06 Januari 2017


 

 

 
 Hak Cipta © 2015 Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jl. Raya Solok Aripan Km. 8 Solok Sumatera Barat 27351, Indonesia
Telp. +62 755 20137   Fax. +62 755 20592   SMS Centre : +62 8116624892   e-mail: balitbu@litbang.pertanian.go.id

 

Joomla Templates by JoomlaVision.com