Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner1
Banner4
inovation2
banner baru
inovatio1
banner2

KERAGAMAN SALAK LIAR DI INDONESIA
Oleh: Tri Budiyanti

Salak termasuk kelas  Liliopsida (berkeping satu / monokotil), ordo Arecales, family  Arecaceae dan genus Salacca. Diketahui ada 20 species salak di dunia. Genus Salacca terdistribusi di beberapa wilayah Indo Malaysia, yaitu dari Assam, Burma, Siam, Indo-China, Malaya, Sumatera, Borneo, Jawa dan Philipina. Jenis dengan daging enak dimakan tumbuh secara alami di Ambon, tetapi Rumphus menyatakan bahwa ini diintroduksi dari Bali dan kepulauan Banda, dan tidak dijumpai genus liar dari Sulawesi (Sudaryono et.al, 1992).

Species dari genus Salacca yang telah dikenali terdiri dari 13 species, dan tumbuh liar di Kepulauan Malaya antara lain S. affinis, S. conferta, S. flabellata, S. glabrecens, S. rumphii, dan   S. scortechinii. Perbedaan marga salacca dengan marga-marga kerabatnya seperti alaccela, figatetta, eleiodoxa, calamus dan daemonorops  terutama karena salacca mempunyai pangkal daun yang  bercelah sebagai tempat munculnya bunga. Disamping itu anakan daun yang ada diujung daun letaknya selalu bertumpukan (Verheij, 1997).

Indonesia mempunyai keragaman plasmanutfah salak yang sangat tinggi karena merupakan pusat asal dan persebarannya. Di jumpai sekitar 19 spesies salak yang terdapat di hutan basah tropika dataran rendah sampai dengan 800 m di atas permukaan laut. Salak yang enak dimakan dan sering dikonsumsi masyarakat termasuk dalam spesies Salacca salaca. Diantara berbagai jenis salak tersebut yang terkenal yaitu salak Pondoh, salak Bali dan salak Sidempuan. Salak Bali mempunyai ciri khusus berdaging buah tebal dan manis, salak Pondoh yang citarasa daging buahnya manis tanpa sepet dan salak Sidempuan berukuran buah besar dan warna daging merah. Jenis salak Bali terdiri dari lima varietas yaitu salak Bali Gondok, salak Bali Putih, salak Bali Kelapa, salak Bali Nangka, salak Bali Gula Pasir, sedangkan salak Pondoh terdiri dari salak Pondoh Hitam,  salak Pondoh Kuning, salak pondo super, salak pondoh madu. Salak Sidempuan terdiri dari salak Sidempuan Merah, salak Sidempuan Putih dan salak Sidempuan Semburat merah. Selain itu ada juga jenis salak lokal yang diberi nama menurut daerah asalnya misalnya salak Suwaru, salak Enrekang, salak Condet dan salak Kersikan.

Selain Salacca salaca ditemukan juga salak spesies liar yang jarang dikonsumsi. Berikut ini adalah empat spesies liar yang ditemukan di Indonesia yaitu :

1. Salacca wallichiana
Berdasarkan informasi dari FAO (1999), spesies tersebut dapat dijumpai di daerah Peninsular, Thailand, Vietnam, Laos dan Myanmar. Spesies Salacca wallichiana berasal dari hutan pedalaman daerah perbatasan Kalimantan dan Malaysia. Tinggi tanaman mencapai 6,5 meter dengan pohon yang kokoh, tinggi batang mencapai 100 cm. Duduk daun pada batang berselang-seling, bentuk pelepah besar menyerupai pelepah kelapa. Panjang pelepah 150 cm, dengan duduk lamina daun berkelompok sebanyak 27 kelompok tiap kelompok terdiri dari 3,7,5,6 anak daun.

Bungadan buah terletak pada ketiak daun, dengan bunga berwarna merah muda. Buah terangkai dalam tandan buah dimana setiap pohon mempunyai 12-15 tandan dengan panjang antara 90-110 cm. Pada setiap tandan  terdiri dari  10-12 tongkol, jumlah buah per  tongkol antara 60-90 buah, sehingga dalam satu pohon mempunyai 600-1000 buah. Salacca wallichiana mempunyai sifat produktif dilihat dari jumlah buah dan jumlah tongkol yang banyak. Bentuk buah lonjong, panjang buah 7-9 cm, diameter 3,5-4 cm dan bobot buah 30-40 g. Warna kulit buah Coklat kemerahan, kulit bersisik dan berduri tajam, bentuk pangkal buah berparuh.. Jumlah juring per buah 1-2 juring. Rasa daging buah tidak manis, berair (juice), sepat, cukup asam.

Salacca wallichiana

2. Salacca zalacca var.amboniensis (Salak Kelapa/Jake)
Spesies Salacca zalacca var.amboniensis, berasal dari Pulau Bali, dengan ciri khas daging tebal dan pelepah daun hampir tidak berduri. Di daerah asalnya biasa disebut salak Kelapa atau Salak Jake, karena pelepahnya tidak berduri seperti tanaman kelapa. Pada tanaman salak jenis ini anakan tanamanya menjalar seperti stolon, sedangkan pada jenis salak lainnya, anakkanya menempel pada batangnya. Sumber gen pembawa sifat pelepah daun yang tidak berduri dan daging buah tebal merupakan keunggulan dari Salak Kelapa. Konsumen dan petani lebih menyukai tanaman yang tidak berduri karena resiko tertusuk duri bisa diperkecil.

Salak Kelapa/Jake

Tinggi tanaman 400 - 500 cm  dan mempunyai  stolon yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Bentuk pelepah daun silindris berukuran kecil, hampir tidak berduri. Susunan daun bersatu (lamina daun berkelompok),  permukaan atas daun berwarna hijau tua dan halus. Jumlah tandan buah/pohon: 1 - 3 buah  dimana setiap tandan terdiri dari 10-30 buah. Panjang tandan 26 cm,  lebar 13 cm. Bentuk buah bundar, bentuk pangkal  buah tidak berparuh, sisik kulit bua berduri tumpul. Panjang buah 5 cm, diameter buah 4 cm, bobot buah  40-50 g. Warna kulit buah coklat tua,  warna daging buah  putih krem kecoklatan, tebal daging 1-1,3 cm. Rasa daging buah sangat manis, kurang sepet, tidak asam.

3. Salacca affinnis
Jenis salak ini banyak tumbuh di hutan primer basah dan di rawa-rawa. Spesies ini banyak dijumpai di Malaysia ( Peninsular, Sarawak, Sabah), Brunei dan  Indonesia ( Kalimantan, Sumatra). Tanaman berumpun, berumah dua, berduri, tinggi 5 - 6 m dan berbatang pendek. Daun menyirip, panjang sampai 4 m, anak daun banyak dan berduri.

Bunga terangkai dalam satu tandan yang terdiri dari beberapa tongkol, aksiler, tangkai tertutup oleh seludang. Posisi tandan bungan dan buah tegak ke atas dengan jumlah tongkol per tandan antara 15-20 tongkol . Setiap tongkol berisi 30-40 buah dan jumlah buah perpohon antara 450-800 buah. Panjang tandan buah antara 70-80 cm dan lebar tandan buah 20-25 cm. Bentuk buah lonjong dan mempunyai paruh pada pangkal dan ujung buah. Panjang buah antara 5-6 cm, diameter buah 3-4 cm dan bobot buah 18-30 g. Kulit buah bersisik, licin dan tidak berduri. Warna kulit buah coklat kemerahan sedangkan daging buahnya berwarna putih kekuningan. Rasa daging buah agak manis, tidak sepet tetapi sangat asam dan berair. Biji umumnya 3 dalm satu buah dan berwarna coklat kehitaman.

Salacca affinnis mempunyai kelebihan pada produktivitas yang tinggi dapat dilihat dari  jumlah buah antara 400 sampai 800 buah/pohon. Selain itu juga mempunyai kulit buah yang halus dan licin sehingga tidak sakit untuk dipegang.

Salacca affinnis

4. Salacca magnifica
Salacca magnifica mempunyai ciri khas terletak pada daunnya, yaitu lamina daun menyatu dan tidak terpisah antar anak daun. Pertumbuhan kanopi tanaman tegak ke atas dan mempunyai duri pada pelepah yang cukup padat. Bentuk tanaman yang cantik menyebabkan spesies ini sering ditanam sebagai tanaman hias di taman. Tanaman betina dapat berbuah, tetapi  tidak terlalu produktif dibandingkan dengan S.affinis. Bentuk buah agak bulat, dan daging buahnya enak dimakan dan manis rasanya.

Salacca magnifica

Sumber Tanaman : Koleksi Kebun Greg Hambali
13 April 2016


 
 Hak Cipta © 2015 Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jl. Raya Solok Aripan Km. 8 Solok Sumatera Barat 27351, Indonesia
Telp. +62 755 20137   Fax. +62 755 20592   SMS Centre : +62 8116624892   e-mail: balitbu@litbang.pertanian.go.id

 

Joomla Templates by JoomlaVision.com